
Penyesalan, ikhlas dan bangkit
Itulah yang kurasain saat ini. Penyesalan,mencoba ikhlas dan mencoba bangkit. Oke, semua orang tau apa arti penyesalan. Melakukan sesuatu yang kemudian merasa sesal setelah melakukannya. Oleh sebab itu kita tau kalau penyesalan itu selau datang belakangan. Dan jangan sampai kau merasa menyesal karna sesungguhnya menyesal itu adalah perasaan yang selalu membunuh pikiran mu tiap waktu.
Sebenarnya aku sering merasakan penyesalan tapi untuk yang saat ini aku merasa sangat sangat sangat menyesal. Sekarang kata menyesal menjadi momok di pikiran ku. Kata itu selalu menghantui di saat aku kembali mengingat peristiwa di siang itu. Dan pada hari itu tepat tanggal 10 November 2010 aku berangkat sekolah seperti biasa. Tak ada yang berbeda ketika pada pagi hari nya , aku ketawa cekikikan,ceria dan lain lain. Tapi pada siang harinya keadaan senang, bahagia , ceria berbalik 180 derajat.
“oya, hape ku?! Oh bentar ketinggalan di 9.4 waktu tambahan pelajaran tadi”
Tapi apa yang terjadi?
“lhoh, kok gak ada. Eh coba tolong telfonin”
“nomor yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar service area”
Seketika perasaan ku berkecamuk. Antara tidak percaya, takut, bingung, sedih, marah, MENYESAL dan rasanya seketika itu aku pengen punya kantung doraemon dan mengeluarkan alat “pemutar waktu”. Tapi sayang nya aku gak punya dan ini benar benar terjadi. HP KU ILANG!!!
“apasih merk&tipe hp nya?”
“sony ericsson, W200i”
Mungkin kebanyakan orang berpikiran”alah, itu kan hp murah. Di jual juga cuman ratusan”. Tapi aku enggak, bukan itu yang aku takutin. Ketakutan terbesar ku adalah : MENGHILANGKAN KEPERCAYAAN ORANG TUA. Dan aku melakukan itu. Sedang pikiran egois ku adalah: “aku gak punya hp lagi, gak bisa sms an ,foto foto ku ilang,gak bisa mxitan dan lain lain”. DAN SEMUA ITU GARA GARA AKU. Aku yang teledor!
Aku sempat mencurigai seseorang. Seorang cowok yang sepertinya mengambil hp ku. Tapi aku gak boleh langsung menuduh, aku gak punya bukti yang begitu kuat. Dan sekarang aku tau, ini adalah hadiah dari Allah buat ku. Dia mengingat kan aku buat sadar “heey, nindya ! wake up! Kmu udah kelas 9 gak seharusnya kmu maenan hape terus” dan untuk yang mengambil hape ku aku meangucapkan terima kasih , aku berdoa buat kmu –pencuri hape- supaya Allah menyadarkan kmu kalau yang kmu lakukan itu DOSA , semoga Allah memberikan pelajaran yang setimpal buat kmu dan kmu gak melakukan itu lagi. Udah cukup aku jadi korban terakhirmu.
For my parents: aku minta maaf yang sebesar besarnya,aku berjanji untuk berusaha tidak teledor. Dan terima kasih atas semua nasihat nasihat bijak yang kalian lemparkan buat ku. Also for my lovely sister : thanks for your beautiful advice
Dan saat itu juga aku berjanji, aku gak mau merasakan penyesalan yang lebih parah dari ini. Aku berjanji buat gak ngecewain orang tua ku lagi. Aku mau mereka bangga sama aku.
“tunggu pak ,buk aku bakal bikin kalian bangga dan menarik bibir merah kalian ke kiri dan kekan”
Itulah yang menjadi motivasi terbesarku. Itu kata kata yang selalu hadir di pikiran ku setiap aku akan memejam kan mata untuk menikmati indanya bunga tidur.
Dan untuk itu aku sedang mencoba untuk IKHLAS.
Ikhlas, 5 kata yang sangaaaaaaaaaat sulit untuk di lakukan. Bagi ku ikhlas adalah melepaskan barang atau orang yang sangat sangat berarti dan di sayangi. “ikhlas untuk hp?! Itu mah kecil” itu yang selalu aku ukirkan dalam setiap pikiran ku ketika tiba tiba aku kembali mengingat peristiwa itu.
Alasan terberat untuk meng-ikhlas kan hape
Kita tau sekarang adalah jaman modern dan semua orang di dunia ini punya hape. Apalgi seperti aku ini, gadis remaja yang emosinya belum stabil dan sangat mudah terpengaruh. Tiap hari aku memikirkan “ya ampun dia update status apa ya?, eh apa gossip terbarunya?” dan masih banyak lagi. Dan kau tau, sebelum bobok aku selalu di timang timang sma hape , pagi nya di bangunin sma hape juga. Betapa aku sangat “hape holic” dan keadaan sekarang yang sma sekali jauh berbeda bagaikan kutub utara dan selatan.
Keadaan itu menyadarkan akan misi terbesar ku saat ini. UJIAN NASIONAL! That’s right. Dengan tidak adanya hape aku jadi rajin belajar dan lebih focus pada hal hal lain. Walaupun aku gak memungkuri, aku memang masih butuh hape. Tapi bukan untuk saat ini. Sekarang aku hanya ingin membuat orang tua bangga dan kembali percaya sama aku.
MOVING ON, MOVING ON!!!!!!!
WAKTUNYA UNTUK BANGKIT. PERCAYALAH ALLAH PASTI AKAN MERENCANAKAN YANG LEBIH INDAH DI BALIK SEMUA INI. AMIN AMIN
Terima kasih ya Allah
Bapak, ibu and my sister :*
LOVE YOU ALL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar